Berakhir sudah persidangan Pollycarpus Budihari Prianto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Majelis hakim menghukum terdakwa pembunuh aktivis HAM, Munir, itu dengan penjara 14 tahun.

Demikian yang termuat di Jawapos.

Jujur saja, saya sendiri kurang jelas, apakah benar-benar Pollycarpus yang telah membunuh Munir?
Tapi saya disini juga tidak akan mengomentari masalah putusan hakim, karena saya tidak mengikuti jalannya persidangan tersebut.
Saya hanya akan mengomentari sisi lain dari kasus ini, karena menurutku kasus ini seakan-akan menjadi pengalih perhatian dari kasus sebenarnya.

Mencuatnya kasus pembunuhan tokoh Munir ini sangat mengejutkan banyak pihak. Karena beliau adalah salah satu aktivis HAM.
Dan sangat logis, bila seseorang sudah menjadi aktivis HAM, maka tidak sedikit dari beberapa kalangan yang akan membenci, apalagi kalau sampai sepak terjunnya selalu menyudutkan kalangan tersebut.

Demikian juga dengan apa yang terjadi dengan Munir.
Malah kemungkinan besar memang benar-benar ada yang menginginkan kematiannya. Itu dapat dilihat penyebab dari kematiannya (racun arsen).
Singkat kata, kemudian setelah beberapa kali pengusutan akhirnya polisi menetapkan Pollycarpus Budihari Prianto sebagai tersangka.
Dan setelah melalui beberapa persidangan, akhirnya keluarlah putusan dari Majelis hakim.

Tapi setelah saya amati terus, kenapa sampai saat hanya Pollycarpus (pelaku pembunuhan, menurut aparat) dan beberapa pelaku lainnya yang akan akan disidik?

“Ini adalah kasus pembunuhan. Pasti akan ada perkembangannya, tersangka tidak mungkin hanya satu,” kata Juru Bicara Mabes Polri, Komisaris Besar Polisi Anton Bachrul Alam, kepada wartawan, Rabu (21/12).
Tempo

Terus bagaimana dengan dalangnya?
Nah, ini yang saya pertanyakan.

Apakah anda percaya kalau Pollycarpus dan lainnya (kalau nantinya ada) bertindak sendiri tanpa ada orang besar yang mendalanginya?
Sepertinya hal tersebut kecil sekali kemungkinannya. Karena Pollycarpus hanyalah seorang pilot PT Garuda. Bukan seorang politikus.
Padahal kasus ini sarat dengan muatan politis.
Lagipula, tidak terdengar kabar yang menyebutkan adanya dendam pribadi antara Pollycarpus dengan Munir.
Dan saya belum mendengar statemen dari pihak aparat untuk mencari siapakah yang mendalangi pembunuhan tersebut.

Selama ini kasus Pollycarpus diekspos secara besar-besaran di publik sehingga kebanyakan dari orang lupa untuk mempertanyakan siapakah dalang sebenarnya dari semua ini.
Apakah ini trik untuk mengalihkan perhatian publik?

Apakah aparat kepolisian merasa ragu/takut untuk menyelidikinya? Takut nantinya, ternyata yang mendalanginya adalah orang besar. Atau malah memang sudah merasa begitu. hehehehe
“Jangan-jangan malah bos gua dalangnya, kan berabe”. :P
Atau “Tuh kan, memang benar bos gue dalangnya”. =))
Sorry, ini hanya sebuah joke.

Jadi ingat dengan kasus kematian wartawan Bernas Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin.
Dalam kasus itupun pihak aparat memaksakan mencari kambing hitamnya. Silahkan baca disini.

Ah, sampai kapankah kebenaran itu bisa terungkap?
Dunia memang benar-benar sudah terbalik.

2 Comments »

  1. 1 Comment by: loper from Indonesia  your flag

    21 December 2005, 8:21 pm
    Using Firefox Firefox 1.5 on Windows Windows Server 2003

    kebenaran cuman ada dalam hati mas yonky :d :)>-

  2. 2 Comment by: alex from Asia-Pacific  your flag

    25 December 2005, 5:17 pm
    Using Firefox Firefox 1.5 on Windows Windows XP

    biasanya yang beginian udah distel dari “sono”-nya… :(

    *jadi malas buat ngikutin sidangnya* :-w

Leave a Comment

Smileys:
:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>-

Comment Preview:

Related Posts: