Tadi malam aku nonton Layar Emas Indonesia di RCTI yang berjudul “Sayekti & Hanafi.
Ceritanya cukup seru dan menarik. Tentang sepasang suami istri yang hampir kehilangan anaknya karena tidak kuat membayar biaya persalinan di rumah sakit.

Pekerjaan Hanafi hanyalah seorang tukang becak, sedangkan istrinya, Sayekti (lagi hamil tua), seorang buruh pasar.
Waktu melahirkan, kebetulan Sayekti dibawa oleh temannya ke rumah swasta. Sayekti dan bayinya pun lahir dengan selamat.
Permasalahannya timbul setelah mereka diberitahu total biaya persalinan, kamar dan perawatan sebesar 3 juta lebih.

Merekapun kelimpungan untuk mencari biaya sebesar itu.
Dan lebih parahnya lagi, Hanafi juga kena penyakit, batuk berdarah, sehingga tidak kuat bekerja.
Otomatis hanya Sayekti lah yang bekerja keras sendirian. Belum lagi pihak rumah sakit yang terus menerus menekan mereka untuk segera melunasi tanggungan mereka.
Merekapun sudah mengusahakan Surat Keterangan Tidak Mampu yang mana biaya tanggungan mereka sudah dikurangi menjadi 1 juta lebih, tapi dengan adanya surat itupun mereka masih tidak kuat membayarnya.

Kemudian ada seorang wartawan yang meliput kasus itu. Setelah kasus itu terangkat di media massa, masalah mereka bukannya terbantu tetapi malah menambah masalah baru. Ada seorang artis yang ingin mengadopsi anak mereka dan pihak rumah sakit menuduh mereka sengaja menyebarkan kasus itu untuk mencemarkan nama baik rumah sakit.
Sampai Direktur rumah sakit itu berkata

Masak hanya uang sejumlah 1 juta saja mereka tidak mampu membayarnya

Jujur saja, waktu menonton film tersebut aku hampir saja menangis, mungkin saking menghayati jalan ceritanya. :D
Uang sebesar 1 juta bagi orang kaya mungkin itu tidak seberapa jumlahnya, tetapi bagi seorang Hanafi dan Sayekti, uang sejumlah itu akan terasa sangat besar.
Aku juga berfikir, apakah cerita film itu benar-benar refleksi dari kenyataan ataukah hanya fiktif belaka.
Yang jelas, penokohannya sangat kuat sekali.
Agus Dwi Kuncoro yang memerankan Hanafi, sangat menguasai perannya, demikian juga Widi Mulia AB Three yang memerankan Sayekti yang harus rela mangangkut keranjang dari truk sayur.
Jadi kesannya film itu benar-benar natural, dimana background Pasar Kemiri yang kumuh juga benar-benar kelihatan nyata.

Jalan ceritanya juga sangat manis, dimana perjuangan seorang Ibu yang ingin mendapatkan anaknya walaupun dia harus memeras keringat dan membanting tulang.
Film itu juga menggambarkan seorang sosok perempuan yang tegar, lain dari cerita yang selama ini kebanyakan mengangkat sosok perempuan sebagai makhluk lemah, yang selalu bergantung kepada suaminya.

Endingnya juga manis walaupun mungkin dipaksakan, dimana akhirnya Direktur rumah sakit itu menyerahkan bayi Hanafi dan Sayekti disaat-saat anak mereka akan diadopsi tanpa memungut biaya tanggungan mereka.

9 Responses

Comments »

  1. 1 Comment by: gani from Indonesia  your flag

    19 August 2005, 7:05 am
    Using Firefox Firefox 1.0.6 on Linux Linux

    Sampai Direktur rumah sakit itu berkata : Masak hanya uang sejumlah 1 juta saja mereka tidak mampu membayarnya

    Emang menyedihkan tapi di kehidupan nyata ini hal seperti itu masih sering terjadi kan. Lebih menyedihkan lagi saat kita hanya bisa membaca kisah2 serupa di koran tanpa mampu berbuat apa pun utk membantunya :(

  2. 2 Comment by: linda from Indonesia  your flag

    19 August 2005, 4:42 pm
    Using Firefox Firefox 1.0.1 on Windows Windows XP

    bener banget Gan……
    yang lebih menyedihkan lagi, saat kita tak mampu melakukan apapun waktu liat or baca berita spt itu :(

  3. 3 Comment by: Indra Wahyudi from Singapore  your flag

    19 August 2005, 8:43 pm
    Using Firefox Firefox 1.0.6 on Windows Windows XP

    Hihihih … ndek mBatu pas lampu mati :((

  4. 4 Comment by: kusaeni from Indonesia  your flag

    20 August 2005, 10:25 am
    Using Firefox Firefox 0.10.1 on Windows Windows XP

    sama di pandaan juga pas lampu mati :(

    tapi ane dah pernah lihat pelem ini , memang realita hidup itu lebih susah daripada khayalan.

    is this a real life ? this is just a fantasy , caught in a landslide , no escape from reality , open your eyes look up the skies and see !

  5. 5 Comment by: Mas Tom from Indonesia  your flag

    21 August 2005, 11:48 pm
    Using Firefox Firefox 1.0.6 on Windows Windows XP

    Duh, yang kemarin ini aku malah cuma nonton sekilas… tapi Sayekti dan Hanafi yang jaman dulu (yang main Neno Warisman) malah pernah nonton dari awal sampe akhir :)

    Meski mungkin nggak persis sama, tapi di tiap RS di seluruh Indonesia pasti selalu ada pasien-pasien yang mengalami kesulitan yang sama dengan yang dialami Sayekti dan Hanafi, tapi sayangnya… solusi bagi kesulitan mereka yang hidup dalam dunia nyata belum tentu seindah dalam film ini.

  6. 6 Comment by: Dan from United States  your flag

    24 August 2005, 7:23 am
    Using Firefox Firefox 1.0.6 on Windows Windows XP

    Pernah baca artikel mirip di Kompas.com ? :(

  7. 7 Comment by: yonky from Singapore  your flag

    24 August 2005, 11:42 am
    Using Firefox Firefox 1.0.6 on Windows Windows XP

    #1. setuju mas gani :(
    #6. aku udah baca, ironis sekali yah. rumah sakit didirikan tujuannya utk menolong orang sakit, tapi ini malah menolak orang sakit :-?:(

  8. 8 Comment by: maxell from Singapore  your flag

    24 August 2005, 1:31 pm
    Using Firefox Firefox 1.0.4 on Windows Windows XP

    hai yok
    pa khabar
    aku ajari emosikon yahoo gheee
    mwah
    hihihihihi

    yok
    kapan blogmal bukak mane?
    selak kedisik an blogfam loh :D
    btw, gesbukmu tak isi kok gak kenek yoo
    why atuhh

  9. 9 Comment by: viga from Indonesia  your flag

    26 August 2005, 1:32 am
    Using Firefox Firefox 1.0.4 on Windows Windows XP

    ehuaheuahe… nonton layar emas bareng ah laen kali.. heuaheuahe

Leave a Comment

Smileys:
:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>-

Comment Preview:

Related Posts:
  • None