Tadi malam sekitar jam 23.00 aku lagi nonton acara “Kupas Tuntas” di TransTV. Saat itu temanya lumayan menarik.
Diceritakan di kota Medan, Sumut, ada seorang guru SMA yang menjadi mucikari/germo murid-muridnya sendiri. Guru itu memakai nama samaran Edward.
Dalam wawancara, si guru mengatakan kalau dalam jam sekolah dia adalah sebagai guru tetapi pada luar jam sekolah dia berganti profesi menjadi mucikari.
Dan dalam pengakuannya juga, bukan kehendaknya sendiri untuk melakukan profesi tersebut, tetapi murid-muridnya sendirilah yang ingin menjadi PSK yang meminta tolong kepadanya, jadi dia hanya sekedar menolong mencarikan mangsa.
Pada acara tersebut juga ada wawancara langsung antara Menteri Pendidikan (kalau gak salah) dengan si guru.
Dalam wawancara tersebut si guru mengemukakan kurang lebihnya begini:
Ini saya lakukan karena gaji seorang guru honorer tidak memadai. Seandainya gaji guru honorer memadai, tidak mungkin saya melakukan profesi ini.
Saya juga tidak merasa bersalah melakukannya, karena disamping itu untuk tuntutan kebutuhan hidup saya, saya juga hanya sekedar menolong mereka.
Jadi si guru itu tidak merasa bersalah dan melanggar kode etik seorang karena telah menjeremuskan muridnya sendiri menjadi seorang PSK karena bukan dia yang mengajak.
Analisa
Jadi, sedemikian rendahkah kualitas moral guru di Indonesia saat ini? Ma’af, saya tidak bermaksud menyamakan semua guru, tetapi saya yakin banyak Pak Edward lain yang melakukan hal seperti itu, mungkin dalam praktek lain.
Tugas seorang guru adalah mengajar, mendidik, dan menjadi pengganti orang tua disekolah.
Menurut hemat saya, diluar jam sekolah pun seorang guru harus bisa menjadi seorang guru.
Dan kalau dilihat dari kasus diatas, berarti Pak Edward tidak bisa menjadi seorang guru pada jam luar sekolah.
Kalau seandainya semua guru di Indonesia mempunyai pemikiran yang sama dengan Pak Edward, dapat kita bayangkan bagaimana nantinya kualitas moral daripada pelajar Indonesia. Sungguh mengerikan!!!
Gaji guru honorer tidak memadai?
Itu memang betul, tapi bukan berarti untuk mencari penghasilan tambahan, seorang guru harus menjadi seperti yang Pak Edward lakukan.
Kita juga harus ingat, terpenuhinya kebutuhan hidup kita juga tergantung bagaimana gaya hidup kita.
Sebesar apapun gaji yang kita terima tetapi kalau gaya hidup kita juga sangat “mewah” maka gaji itu tidak akan cukup. Ada kata-kata yang begini “semakin banyak kita memegang uang, maka semakin kita butuh akan uang”.
Contohnya, banyak pejabat negara, direktur, dan lainnya yang jelas-jelas mempunya gaji yang tinggi, tetapi mereka tetap melakukan korupsi.
Jadi kalau faktor gaji yang menjadi faktor utama untuk melakukan hal tersebut, menurut saya sangatlah tidak tepat.
Bukan saya yang menghendakinya, tetapi murid-muridlah yang memintanya.
Disinilah dibutuhkan kualitas moral seorang guru.
Kalau moral guru itu seperti moral Pak Edward, ya semuanya bisa terjadi.
Tetapi kalau Pak Edward mempunyai moral yang kuat, dia pasti tidak akan memnuhi permintaan muridnya sendiri, bahkan dia harus membimbing mereka agar mereka tidak melakukan pekerjaan tersebut.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi Departemen Pendidikan Nasional, juga kepada universitas-universitas yang mencetak seorang guru.
Mudah-mudahan ini bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua, khususnya kepada universitas-universitas keguruan, sehingga dalam masa mendatang bisa mencetak seorang guru yang disamping tinggi kualitas mengajarnya, juga tinggi kualitas moralnya.











1 Comment by: Sy41ful from Malaysia
23 July 2005, 1:46 am
Opera 8.01 on
Windows XP
Using
ayak!~… ini pak edwardnya harus di tembak dengan 12 peluru neh.. mencemarkan nama baik GURU aja.. bukankan guru harus memberikan contoh yang baik..??
shit.. nggak merasa bersalah lagik.. sialan bangat tu edward..
huhuhu yon.. bukan di indonesia aja yon.. di sini juga banyak.. menghancurkan nama baik profesi yang mulia ini
2 Comment by: Dan from United States
23 July 2005, 4:27 am
Firefox 1.0.6 on
Windows XP
Using
Kok kayanya akhir2x ini guru kena sorot ya? Dosen masih termasuk guru juga kan? Masih hangat kan kasus pelecehan sexual oleh dosen di unhas?
Kualitas guru yang makin menurun, atau kualitas manusia secara keseluruhan yang makin menurun setara dengan makin membaiknya peradaban?
3 Comment by: gani from Hong Kong
23 July 2005, 5:22 am
Firefox 1.0.6 on
Linux
Using
Kalo di bhs jawa, guru itu digugu lan ditiru, intinya sih guru itu seorang yg selalu bisa dijadikan teladan. Sebuah profesi yg harus dihormati krn seminus apa pun kelakuannya, tapi jasanya yg telah membuat kita bisa melakukan apa yg kita lakuan sekarang.
Tapi guru yg satu ini betul2 mengecewakan. Setuju dgn Sy41ful, dia telah menghancurkan nama baik dari sebuah profesi mulia yg udah dibangun para pendahulunya.
4 Comment by: ibu guru from Indonesia
26 July 2005, 5:01 pm
Internet Explorer 4.01 on
Microsoft PocketPC
Using
Ohhh Gusti Yesus
ngapuroMu sing gedhe…