Semakin hari, kasus bunuh diri di Indonesia, cenderung meningkat. Perbuatan ini dilakukan oleh orang-orang dari berbagai lapisan dan tingkatan umur. Pria-wanita mulai dari anak-anak, dewasa maupun lansia, berpeluang melakukan bunuh diri. Cara dan motifnya pun beragam, tetapi umumnya pelaku menderita depresi.
Sekarang ini yang mendapat sorotan lebih tajam adalah makin maraknya kasus bunuh diri yag dilakukan oleh anak-anak.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Eko Haryanto (15), siswa kelas VI SD Kepunduhan 01, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, ditemukan menggantung diri menggunakan selendang di ruang tamu rumah mereka oleh ibunya.
Tindakan tersebut diduga dilakukan korban lantaran ia malu gara-gara menunggak uang sekolah selama sembilan bulan. Setiap bulan, Eko dikenai pungutan sejumlah Rp 5.000.

Dua tahun lalu, kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ketika itu, Haryanto-siswa SD Negeri Sanding IV, Kabupaten Garut-mencoba bunuh diri dengan menggantungkan tubuhnya dengan kawat di kusen belakang rumah mereka.

Itu hanya dua diantara sekian banyak kasus bunuh diri yang dilakukan oleh anak-anak. Seharusnya dunia anak itu dipenuhi oleh keceriaan, bukan diwarnai dengan aksi bunuh diri. Karena bisa dikatakan semua aksi bunuh diri itu disebabkan oleh depresi

Aktivis pecinta anak-anak dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dra Sri Sanituti Hariadi mengemukakan, semakin banyaknya kasus bunuh diri yang dilakukan anak-anak disebabkan rendahnya intensitas hubungan keluarga.

“Jadi orangtua di sini sangat berperan. Kalau mereka sibuk sehingga intensitas pertemuan dengan anak sangat kurang, maka yang penting adalah kualitas dari pertemuan itu. Misalnya, saat anak pulang sekolah disapa, apa kabar atau sambutan hangat lainnya,” katanya.

Selain itu, menurut pakar antropologi itu, masalah-masalah sosial ekonomi yang dihadapi orang dewasa kini juga berimbas pada kondisi kejiwaan anak-anak. Misalnya orangtua yang tidak mampu membayar SPP membuat anaknya malu dan tertekan di sekolah, sehingga memilih bunuh diri.

“Yang tidak kalah penting untuk dicermati adalah pengetahuan anak tentang pilihan bunuh diri itu, misalnya dengan minum insektisida. Logikanya, anak-anak itu telah belajar mengenai insektisida untuk bunuh diri melalui bacaan atau televisi,” ujarnya.

Di zaman sekarang ini, dunia anak yang seharusnya dipenuhi canda tawa, keceriaan, bermain itu seakan-akan telah hilang. Mereka dipaksa atau terpaksa untuk ikut memikul beban hidup yang dihadapi oleh orang tua.
Banyak sudah anak-anak yang seharusnya bermain dengan teman-teman mereka, tapi malah menjajakan koran, mengamen hanya untuk membantu meringankan beban orang tua mereka.

Pikiran mereka yang masih kecil telah dipaksa untuk merasakan kerasnya kehidupan. Sehingga kalau seandainya mereka tidak mampu untuk menghadapinya, kemungkinan besar mereka akan depresi. Orang dewasa saja kadang tidak mampu menghadapi masalah kehidupannya sendiri, apalagi anak-anak.

Disinilah peran orang tua yang bijak sangat diperlukan.
Orang tua manapaun tidak akan menghendaki anaknya menderita.
Tidak ada orang tua yang ingin menjeremuskan anaknya ke jurang kehancuran.

6 Comments »

  1. 1 Comment by: gani from Hong Kong  your flag

    6 May 2005, 3:25 pm
    Using Lynx Lynx 2.8.5dev.16

    Kasian anak2 jaman skrg. Banyak tontonan ditipi yg cenderung menyesatkan.
    Kondisi ekonomi dan faktor lingkungan juga berperan shg anak2 seusia mereka sudah mengenal depresi.
    Siapa yg pernah mengira anak SD bisa bunuh diri ?
    Yang pasti, menjadi ortu yg bijak adalah cita2 saya :) BTW salam kenal dan makasih atas kunjungannya

  2. 2 Comment by: yonky from Singapore  your flag

    7 May 2005, 2:27 pm
    Using Firefox Firefox 1.0.3 on Windows Windows Server 2003

    sama². makasih juga atas kunjungannya yah :)

  3. 3 Comment by: maxell from Indonesia  your flag

    8 May 2005, 12:08 am
    Using Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows XP

    :(( anak anak, :* pacar gw :"> :-w yoyokk :D

  4. 4 Comment by: alex from Asia-Pacific  your flag

    8 May 2005, 6:44 pm
    Using Firefox Firefox 0.10.1 on Windows Windows XP

    Pernah baca buku karangan Bev Cobain?
    Itu.. yang ngakunya sepupu Kurt Cobain. dia bikin banyak analisa ttg bunuh diri. tapi sayang, konsep2 yg dibicarakan itu kayaknya nggak banyak menolong (saya malah nganggap buku ini “ngejual” nama kurt cobain : ( )

    Org tua yg memang semestinya ngerubah diri, jarang sekali org tua yg mengerti jiwa anak2. pria dewasa gitu maksudnya…

    orang dewasa sering lupa bahwa mereka anak2 juga dulu. bahwa anak2 punya juga saat2 stress…

    baca di sini tentang bev cobain… kalo gak salah :D

  5. 5 Comment by: ikoko from Malaysia  your flag

    10 May 2005, 9:05 pm
    Using Opera Opera 8.0 on Windows Windows XP

    Assalamualaikum…. yonky… kita exchange link.. nak?

  6. 6 Comment by: yonky from Singapore  your flag

    14 May 2005, 3:22 pm
    Using Opera Opera 7.54 on Windows Windows XP

    #5. wal’alaikum salam. boleh boleh :)

Leave a Comment

Smileys:
:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>-

Comment Preview:

Related Posts: